KEMATANGAN SOSIAL ANAK

image752Di sekolah TK, anak berada di dunia yang di dalamnya terdapat berbagai hal: teman baru, orang dewasa lain selain orang tua dan pengasuh anak, yaitu guru, serta sejumlah kegiatan yang mungkin belum pernah dilakukan anak.

Untuk menghadapi ini semua, anak butuh kesiapan fisik, kognitif dan sosial-emosional. Jadi, meski kebanyakan TK tidak mensyaratkan kemampuan kognisi tertentu, tetapi tetap ada standar yang ditentukan. Misalnya, anak dapat membilang dari satu sampai sepuluh secara berurutan. dan ini berkembang sesuai usia.

Anak juga perlu matang secara sosial-emosional, mengingat di dunia barunya ini anak dituntut memiliki berbagai kemampuan sosial. Misalnya, kemampuan untuk berinteraksi dengan teman sebaya, memperhatikan guru, mendengarkan orang lain bicara, tidak memotong pembicaraan orang lain, mengekspresikan kemauannya dan bekerja sama.

Di samping itu, ada dua hal penting yang perlu dimiliki anak saat hendak masuk TK.

  • Pertama, kemampuan self help yaitu kematangan anak untuk dapat mengkomunikasikan kebutuhannya. Misalnya, anak dapat mengatakan, “Bu Guru, saya mau pipis”. Jangan sampai anak terus-terusan ngompol karena tidak berani mengatakan kebutuhannya.
  • Kedua, social help yaitu kematangan anak untuk mengerti kebutuhan orang lain.

Biasanya anak usia prasekolah masih egosentris, yang dipikirkan diri sendiri terus. Kalau barangnya diambil teman dia teriak-teriak, tantrum dan sebagainya. Kalau dia sudah mengerti kebutuhan orang lain, dia tak akan bersikap seperti ini.

Cara Ajarkan Balita Sayang Teman

Memberi perhatian kepada teman bermain merupakan langkah awal balita mengasah perkembangan emosi. Dengan teman bermainnyalah balita belajar berbagi, berempati, bertoleransi dan mengungkapkan afeksi.

Tidak lagi berpusat pada diri. Jika di masa bayi dan batita kehidupan berpusat pada dirinya semata, di usia prasekolah anak mulai memiliki lingkungan sosial pertama. Sebagian besar anak masa kini memiliki sahabat pertama di kelompok bermain atau TK. Meskipun ada juga yang mengenal teman atau sahabat pertama dari lingkungan luar rumah.
Selain kecerdasan kognitif yang terasah secara pesat, kecerdasan emosi juga memperoleh rangsang untuk berkembang sejak balita mengikuti kelompok bermain atau TK. Di prasekolah, balita belajar aturan yang berbeda, berbagi dengan teman, bermain dengan teman sebaya. Dengan pengarahan dan bimbingan guru dan orang tua, si prasekolah mulai belajar mengendalikan dorongan internal, keinginan, emosi dan perilaku agresif.

Beragam reaksi. Ketertarikan si prasekolah terhadap orang lain, dalam hal ini teman sebaya, biasanya terungkap melalui beberapa pertanyaan kritis: “Mengapa rambutku luruh dan dia keriting?”, atau “Mengapa dia menangis?”. Lalu ketika rasa empatinya mulai berkembang, “Mengapa ia tidak masuk?”, atau “Apakah sakitnya parah?”, “Kapan ia sembuh?”.
Reaksi yang lebih lanjut dapat berupa tindakan balita membujuk teman yang menangis, atau, mendoakan teman yang sakit.
Sayangnya tak banyak orang tua tanggap dan menyambut pertanyaan dengan balita dengan penjelasan dan contoh-contoh. Padahal menurut psikolog perkembangan asal Jerman, Dr. Herrmann Scheuerer-Englisch, cara  mengajarkan hal-hal yang bersifat abstrak seperti menanamkan kepedulian dan empati orang tua perlu banyak memberikan contoh dan penjelasan.

Latihan menerampilkan. Berikut ini beberapa hal yang dilakukan untuk mengajarkan anak berempati dan sayang kepada teman. Penuhi kebutuhan anak akan kasih sayang dan cinta. Dengan demikian anak merasa aman kapan pun dan dimanapun ia berada. Limpahan kasih sayang orang tuanya tak hanya menguatkan rasa percaya diri, melainkan juga dorongan untuk berbagi dengan orang lain.
Jika ingin balita peduli dengan orang lain, Anda pun harus menjadi orang tua yang peduli dengan orang lain. Tauladan Anda akan lebih membekas ketimbang uraian panjang tanpa contoh langsung.
Sikapi pertanyaan-pertanyaan balita dengan uraian yang jelas dan tuntas. Anda pun dapat memberikan penjelasan saat melihat peristiwa yang dijumpai dalam keseharian.
Dorong balita untuk “berlatih”. Ketika ada anak lain menangis beri balita kesempatan untuk menanyakan, mengapa dirinya menangis, dan seterusnya.

Berikan buku cerita atau film hiburan anak yang berkisah tentang pentingnya mencintai teman dan peduli kepada orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: